| HOME | DINARFIRST | MERCHANT | KIOS WAKALA | E-QIRAD | BERITA |
| Di Inggris 1 Dinar = 1 Kambing |
|
Kabar menarik ini datang dari pak Ahmad Iwan Adjie yang pertengahan bulan September 2009 lalu mengunjungi saudara kita sesama muslim di London, Inggris. Selain bersilaturahmi, kesempatan baik ini digunakan pula oleh pak Ahmad untuk menunjukkan dan menawarkan dinar-dirham dari Indonesia ke Amirat Inggris. Meskipun mereka lebih dulu mengenal kembali dinar-dirham pasca keruntuhan kekhalifahan Islam, tapi karena terbentur perpajakan yang tinggi atas emas di Inggris maka peredaran mata uang Islam ini sempat tersendat di sana. Tanggapan pertama yang diberikan Amir Tareq Ali, amir Inggris saat ini, atas koin-koin keluaran PT IMN adalah sangat senang, surprise!. Beliau mengapresiasi kualitas koin dinar dan dirham IMN sebagai koin yang bagus. “Kualitas koin (mata uang) yang dikeluarkan oleh suatu pemerintahan/komunitas menunjukkan kualitas dari pemerintahan tersebut”, kira-kira demikian kutipan dari Amir Tareq yang diteruskan Pak Ahmad kepada beberapa personel PT IMN pada awal Oktober 2009. Hal mengejutkan lain yang diceritakan pak Ahmad adalah tentang harga dinar. Merujuk pada harga yang dihitung oleh Dinarfirst™, saat itu 1 dinar adalah 82 poundsterling, pak ahmad pun menyampaikan harga dinar kita adalah seharga tersebut. Dengan berbagai pertimbangan maka Amir Tareq menelpon jamaah yang berada di kota Norwich, kota di sebelah timur laut London, menanyakan harga kambing saat itu. Terdapat kabar bahwa harga seekor kambing yang layak dikonsumsi dari segi umur dan berat adalah seharga 90 pounsterling. Tanpa merasa kemahalan spontan dia menentukan bahwa harga 1 dinar di Inggris saat itu adalah 90 pounsterling. Dan merekapun membeli dinar dari pak Ahmad seharga 90 pounsterling. Kabar dari Inggris ini merupakan pelajaran menarik yang sangat menginspirasi kami untuk segera meninggalkan uang kertas dalam menentukan harga atas dinar dan dirham, dan beralih ke komoditi. Komoditi yang sepanjang masa terbukti bisa menjadi patokan harga dinar dan dirham adalah ayam untuk 1 dirham dan kambing untuk 1 dinar. Tentu saja patokan ini bisa bergeser ke komoditi lain misalnya sembako atau kebutuhan primer yang lain. Hal ini sejalan dengan komitmen kami di Dinarfirst™ untuk terus mengadakan pasar-pasar Islam dan memperbanyak toko/merchant yang dapat menerima pembayaran/barter dengan dinar-dirham. Dengan makin banyaknya tempat dan mudahnya cara bertransaksi antara barang/jasa dengan dinar-dirham, maka akan mengurangi dominasi uang kertas dalam peredaran/pertukaran dinar-dirham ini. Sejalan dengan makin banyaknya pertukaran dinar dengan barang/komoditi maka akan semakin membuat tenteram para pemegang dinar-dirham dari tekanan fluktuasi dinar-dirham dalam rupiah/US dolar. Jurus ini juga diharapkan dapat mengurangi perilaku berspekulasi yang terbiasa meraup keuntungan dengan mengutak-atik angka-angka byte dalam komputer dan di layar bursa. Dan tentu saja ini akan makin mendekatkan pada tujuan akhir kita menghentikan riba yang menjadi jiwa dari uang kertas dan menggantinya menjadi muamalah yang membawa keadilan bagi seluruh manusia. Amin. (as’ad - dinarfirst™) |





